Buku Panduan Bidan

BUKU PEDOMAN MAHASISWA BIDAN

ASUHAN KEBIDANAN

PERSIAPAN PERSALINAN RESPONSIF GENDER

 

 

 

 

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTAIII

JURUSAN KEBIDANAN TAHUN 2021

BUKU PEDOMAN MAHASISWA BIDAN

ASUHAN KEBIDANAN

PERSIAPAN PERSALINAN RESPONSIF GENDER 

 

Disusun Oleh : Winancy, SST, M.Keb

Heriza Syam, SST, M.Keb Ani Media Harumi, SST, M.Keb

 

JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III TAHUN 2021

KATA PENGANTAR

 

Segala puji dan syukur, kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahuwata’alah, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah, buku panduan asuhan kebidanan persiapan persalinan ini dapat diselesaikan. Buku panduan ini ditujukan untuk mahasiswa kebidanan yang akan memberikan asuhan kebidanan persalinan kepada seorang calon ibu. Asuhan kebidanan responsif gender bukan hanya dilakukan oleh bidan kepada ibu bersalin tetapi juga kepada pihak lain yang terlibat seperti keluarga dan pendamping persalinan. Persiapan persalinan perlu disiapkan sebaik mungkin dan mengutamakan peran aktif ibu serta pendamping sehingga asuhan kebidanan yang diberikan dapat memfasilitasi ibu sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanannya.

Buku panduan ini disusun untuk membantu mahasiswa bidan, ibu bersalin dan pendamping persalinan dalam memahami lebih dalam tentang bagaimana proses persalinan terjadi, asuhan kebidanan pada setiap jenis persalinan, dan asuhan persalinan responsif gender yang dilakukan oleh bidan atau pendamping.

Kami menyadari bahwa tidak mungkin ada sebuah kesempurnaan yang dapat dicapai manusia. Dengan keinginan kuat untuk terus memperbaiki isi dan struktur buku panduan ini, kami sangat mengharapkan adanya masukan dan usulan terhadap isi maupun struktur buku ini. Kami sangat berterima kasih pada segenap pihak yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan buku panduan ini dan kepada seluruh pihak yang senantiasa memberikan masukan atau sarannya untuk perbaikan buku panduan ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak yang menggunakannya.

 

Bekasi, 1 Oktober 2021 Penulis

 

DAFTAR ISI

 

COVER DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

……………………………………

……………………………………

…………………………………….

1

2

3

I.    PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

B.  Tujuan

C. Manfaat

……………………………………

……………………………………

……………………………………

……………………………………

 

5

7

7

II.   PERSALINAN

A.  Proses Persalinan

B.  Tanda tanda persalinan

C. Jenis persalinan

D. Pendamping persalinan

E.  Persiapan persalinan

……………………………………

……………………………………

……………………………………

……………………………………

……………………………………

……………………………………

 

9

10

11

12

12

III. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN

A.  Persalinan spontan

B.  Persalinan Tindakan

 

……………………………………

……………………………………

……………………………………

 

 

15

18

IV.    ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN RESPONSIF GENDER

A.  Bidan

B.  Pendamping

 

 

……………………………………

……………………………………

……………………………………

 

 

 

20

20

DAFTAR PUSTAKA24
LAMPIRAN25

 

BAB I PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

Persalinan merupakan proses alamiah namun butuh persiapan yang kuat dan maksimal dalam menjalaninya, persiapan ini bukan hanya dilakukan oleh calon ibu bersalin dan suami tetapi juga oleh petugas kesehatan dan pendamping persalinan. Petugas persalinan yang paling dekat dan paling mungkin dalam memberikan asuhan persalinan normal adalah bidan. Asuhan Kebidanan harus mampu memfasilitasi persalinan secara bersih, aman, dan nyaman. Rasa nyaman yang dirasakan ibu bersalin erat hubungannya dengan situasi dan kondisi persalinan yang sesuai dengan harapan dan keinginannya.

Penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia pada bulan Juni 2020 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah- langkah pencegahan penularan di lingkungan institusi pendidikan dengan menerbitkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri yang menyepakati bahwa proses pembelajaran khususnya di jenjang pendidikan tinggi pada semester gasal tahun akademik 2020/2021 wajib diselenggarakan secara daring terutama untuk mata kuliah teori. Sementara untuk mata kuliah praktik juga sedapat mungkin tetap dilaksanakan secara daring. Namun, jika menyangkut kelulusan dan kompetensi mahasiswa yang tidak dapat dilaksanakan secara daring maka kegiatan dapat diselenggarakan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen dan karyawan.

Mahasiswa bidan merupakan tenaga kesehatan yang pasti akan memberikan asuhan kebidanan dalam pelaksanaan tugas profesinya. Asuhan kebidanan responsive gender merupakan asuhan kebidanan yang terfokus pada kebutuhan ibu bersalin, memperhatikan peran aktifnya, harapan serta keputusannya dalam pelaksanaan asuhan, dalam asuhan kebidan responsive gender bidan akan melibatkan ibu bersalin secara aktif dalam menentukan asuhan yang diberikan, seperti ibu bersalin bebas memilih dan menentukan siapa yang akan mendampinginya selama proses bersalin, ibu bebas menentukan mau di

 

tolong oleh bidan siapa dan oleh anggota keluarga siapa (pendamping persalinan tidak harus suami). Ibu juga bebas menentukan posisi bersalin sesuai kenyamannnya.

Pada masa pandemi COVID 19 mahasiswa menjalani pembelajaran dengan strategi E-learning. E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan e- learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa. E-learning pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illionis di Urbana Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer assisted instruktion) dan computer bernama PLATO. Sejak saat itu, perkembangan e-learning berkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi.

Bahan ajar sangat dibutuhkan dalam pembelajaran E-learning atau daring, bahan ajar dapat membantu mahasiswa memahami tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Bahan ajar ada beberapa jenis diantaranya elektronik dan cetak. Bahan ajar yang tidak hanya dapat berupa media cetak dapat juga disajikan dalam bentuk elektronik seperti buku panduan. Buku panduan dapat membantu instansi pendidikan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas.

Penerapan buku panduan dapat mengarahkan kegiatan pembelajaran lebih terencana dengan baik, mandiri, tuntas dan dengan hasil (output) yang jelas. Buku panduan berisi tentang panduan dalam melakukan sesuatu, Buku panduan asuhan kebidanan persiapan persalinan responsive gender merupakan bahan ajar yang dapat digunakan oleh mahasiswa bidan dalam mempelajari tentang persiapan persalianan responsive gender.

Poltekkes Kemenkes Jakarta III merupakan institusi perguruan tinggi Kesehatan yang memiliki visi terdepan dalam kualitas. Oleh karena itu, kualitas pembelajaran di masa pandemik menjadi perhatin khusus terutama untuk tetap menjaga kualitas. Pandemi COVID-19 tidak menurunkan kualitas pembelajaran mahasiswa walaupun dilakukan secara daring. Poltekkes Kemenkes Surabaya merupakan satu dari 32 Poltekkes yang ada di Indonesia dengan visi menjadikan

Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai rujukan pendidikan tinggi bidang kesehatan yang memiliki moralitas dan integritas dengan keunggulan yang kompetitif .

B. Tujuan

Tujuan dalam penyusunan modul ini yaitu membantu mahasiswa DIII kebidanan dalam mempelajari asuhan kebidanan persiapan persalinan yang responsif gender. Pandemi COVID-19 telah merubah metode pembelajaran luring menjadi daring sehingga sangat dibutuhkan sumber bahan belajar yang mudah, efektif, dan sederhana untuk membantu mahasiswa belajar secara mandiri dan dari jarak jauh atau melalui daring.

C. Manfaat

Buku panduan ini dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai sumber referensi belajar untuk memberikan asuhan kebidanan responsif gender pada ibu bersalin. Mahasiswa dapat menjadikan buku panduan ini sebagai sumber dalam pembelajaran teori maupun praktik di fasilitas pelayanan Kesehatan ibu dan anak.

 

 

“Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan kebudayaan. Setiap individu berhak menentukan nasib sendiri dan mendapatkan informasi yang cukup dan untuk berperan disegala aspek pemeliharaan Kesehatan”

BAB II PERSALINAN

A.  Proses Persalinan

Persalinan merupakan proses lahirnya bayi, plasenta, dan selaput ketuban dari uterus ibu. Persalinan normal terjadi secara spontan dan dalam usia kehamilan yang cukup bulan. Persalinan dapat juga terjadi dengan bantuan tindakan tertentu dan disebut persalinan dengan tindakan.

 

“Persalinan merupakan proses alamiah dalam fase kehidupan seorang Wanita yang dapat terjadi dengan atau tanpa bantuan pihak tertentu. Hamil dan bersalin bukanlahsuatu penyakit”.

 

B. Tanda tandapersalinan

  1. Timbulnya kontraksi uterus, disebut his persalinan yaitu his pembukaan yang mempunyai sifat sebagai berikut :
    1. Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan.
    2. Pinggang terasa sakit dan menjalar kedepan
    3. Sifatnya teratur, inerval makin lama makin pendek dan kekuatannya makin besar
    4. Mempunyai pengaruh padapendataran dan atau pembukaan
    5. Makin beraktifitas ibu akan menambah kekuatan kontraksi. Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada servix (frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit). Kontraksi yang terjadi dapat menyebabkan              pendataran,       penipisan         dan pembukaan
  2. Penipisan dan pembukaan servix

Penipisan dan pembukaan servix ditandai dengan adanya pengeluaran lendir dan darah sebagai tanda pemula.

  1. Bloody Show (lendir disertai darah dari jalan lahir) Dengan pendataran dan pembukaan, lendir dari canalis cervicalis keluar disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sedikit ini disebabkan karena lepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim hingga beberapa capillair
  2. Premature Rupture of Membrane

Keluarnya cairan banyak secara spontan dari jalan lahir. Hal ini terjadi akibat ketuban pecah atau selaput ketuban robek. Ketuban biasanya pecah pada kala dua saat pembukaan lengkap atau hampir lengkap. Ketuban dapat juga pecah saat pembukaan masih kecil, jika hal tersebut terjadi persalinan diharapkan akan mulai dalam 24 jam setelah air ketuban keluar.

 

“Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, ibu melahirkan dan bayinya berhak mendapatkan pelayanan yang berkualitas”.

C.  Jenis persalinan

  1. Persalinan Spontan

Yaitu persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri, melalui jalan lahiribu.

  1. Persalinan Buatan

Bila persalinan dibantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi forceps, vakum atau dilakukan operasi SectioCaesaria.

  1. Persalinan Anjuran

Persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.

 

“ Perempuan harus diberdayakan untuk mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dan konseling. Pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab bersama antara perempuan, keluarga dan pemberi asuhan”.

 

D.  Faktor pendukung persalinan

  1. Power merupakan kekuatan ibu dalammengedan
  2. Passage adalah kondisi jalan lahir ibu
  3. Passanger adalah kondisi janin yang akan dilahirkan

 

“ Fungsi utama profesi bidan adalah mengupayakan kesejahteraan ibu dan bayinya, proses fisiologis harus dihargai, didukung dan dipertahankan. Bila timbul penyulit, dapat menggunakan teknologi tepat guna dan rujukan yang efektif, untuk memastikan kesejahteraan perempuan dan janin/bayinya.”

 

E. Pendamping persalinan

Kontraksi persalinan dapat menimbulkan rasa nyeri yang tidak tertahan, pada umumnya ibu bersalin akan merasakan nyeri akibat kontraksi pada kala I fase aktif. Nyeri persalinan yang dirasakan merupakan dampak dari kontraksi uterus yang menyebabkan pembukaan serviks, berbagai metode mengurangi rasa nyeri persalinan telah dilakukan dan salah satunya yaitu menghadirkan pendamping yang sangat diinginkan dan dipercaya oleh ibu bersalin.

Pendamping persalinan merupakan seseorang yang mendampingi ibu selama proses persalinan dan dapat memberikan pengaruh positif pada psikologis ibu hingga dapat meringankan rasa nyeri persalinan. Hasil penelitian Defiany dkk di Purwokerto (2013) menyatakan bahwa Terdapat hubungan antara pendamping persalinan dengan pengurangan rasa nyeri persalinan (Defiany, 2013). Kehadiran seorang pendamping yang terus menerus, sentuhan yang nyaman dan dorongan dari orang yang memberikan dukungan dapat mengurangi nyeri persalinan secara bermakna.

 

 

“ Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga, yang melibatkan ayah dan ibu yang membutuhkan persiapan sampai anak menginjak masa-masaremaja”.

 

F. Persiapan persalinan

Persalinan harus dipersiapkan sejak dini supaya dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan. Persalinan pada masa pandemi membutuhkan persiapan yang lebih lengkap dan teliti. Beberapa hal yang sangat diperhatikan pada persiapan persalinan, yaitu:

  1. Perlindungan diri lebih ekstra

Mendekati waktu melahirkan, jadwal pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan atau bidan juga menjadi lebih sering. Artinya, ibu hamil jadi lebih sering keluar rumah, untuk mengurangi risiko tertular virus COVID- 19, penting sekali bagi ibu hamil untuk melakukan tindakan pencegahan, di antaranyadengan:

  1. Mencuci tangan sesering mungkin menggunakan air dan sabun atau

hand sanitizer dengan kadar alkoholnya minimal 60%

  1. Tidak keluar rumah dulu, kecuali bila ada keperluan mendesak, dan tidak bepergian ke tempat yang ramai
  2. Melakukan physical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, saat berada di luar rumah
  3. Menggunakan masker sesuai kebutuhan bila keluar rumah
  4. Menghindari kontak dengan orang sakit
  5. Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut jika belum mencuci tangan
  6. Menerapkan etika batuk danbersih

 

Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, dan tidur yang cukup. Minum suplemen kehamilan sesuai anjuran dokter atau bidan dan jangan lupa periksakan kehamilan sesuai jadwal yang ditentukan.

Hindari kontak dengan siapa pun yang memiliki gejala tertular virus corona. Hindari penggunaan transportasi umum, jika memungkinkan Bekerja dari rumah, jika memungkinkan hindari pertemuan besardan kecil di ruang publik, terutama di ruang tertutup atau terbatas. Batasi pertemuan fisik dengan teman dan keluarga. Hubungi bidan, dokter kandungan, dan layanan penting lainnya secara online atau menggunakan telepon.

  1. Pilihan tempatmelahirkan

Pilihan tempat melahirkan, di rumah, klinik, atau rumah sakit, perlu dipikirkan baik-baik dengan mempertimbangkan risiko dan manfaatnya. diskusikanlah hal ini dengan dokter atau bidan.

  1. Memilih metode persalinan
  2. Ibu bersalin dapat ditemani oleh pendamping
  3. Ibu dapat menyusui bayinya
  4. Penanganan khusus bagi ibu hamil yang mengalami gejala COVID-19 Ibu bersalin dengan COVID-19 tetap bisa bebas memilih metode melahirkan yang akan dijalaninya, namun harus dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19 terdekat untuk menjalani isolasi dan diberikan penanganan Khusus.

 

“Rencanakan persiapanmelahirkandengan baiksejak jauh-jauhhari. Isilah hari-hari jelang melahirkan saat pandemi dengan pikiran yang positif agar merasa tenang dan nyaman”.

 

BAB III

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN

A. Persalinan spontan

Asuhan persalinan yang direkomendasikan oleh WHO yaitu diantaranya:

  1. Lakukan asuhan dengan hormat dan penuh etika pada ibu dengan selalu menghargai martabat, privasi, dan kerahasiaan . Memastikan asuhan yang diberikan aman dengan sikap baik. Memberi kebebasan pada ibu dalam menentukan pilihannya dan selalu dukung kebutuhan fisik dan emosional
  2. Lakukan komunikasi yang efektif antara bidan dan ibu dengan Bahasa yang sederhana dan tetap menghargai budaya masing-masing. Jadilah sahabat dalam asuhan sehingga akan menimbulkan kenyamanan dalam
  3. Hadirkan pendamping persalinan sesuai dengan keinginan ibu dan berikan asuhan secara
  4. Model asuhan kontinuitas yang dipimpin bidan, sangat dianjurkan sejak masa hamil, bersalin, nifas sesuai dengan kebutuhan dan program yang mendukung.

 

“Setiap perempuan adalah pribadi yang unik mempunyai hak, kebutuhan, keinginan masing-masing. Oleh sebab itu perempuan harus berpartisipasi aktif dalam setiap asuhan yang diterimanya”

B.     Persalinan Tindakan

Persalinan dengan tindakan seperti vakum, forcep, atau section cesarea merupakan wewenang dokter spesialis. Asuhan yang dapat bidan lakukan adalah asuhan sayang ibu diantaranya :

  1. Memberi dukungan emosiaonal
  2. Membantu menatur posisi ibu sesuai kebutuhan Tindakan yang akan ibu jalani
  3. Memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi ibu
  4. Memfasilitasi kebutuhaneliminasi ibu
  5. Melakukan pencegahan infeksi

 

“Praktik kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner dengan pemahaman holistik terhadap perempuan, sebagai salah satu kesatuan fisik, psikis, emosional,sosial, budaya, spiritual serta pengalaman reproduksinya.Bidan memiliki otonomi penuh dalam praktiknya yang berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya”.

BAB IV

ASUHAN KEBIDANAN

PERSALINAN RESPONSIF GENDER

A. Bidan

Asuhan kebidanan responsif gender yang dapat dilakukan oleh

bidan pada proses persalinan sesuai dengan prinsipasuhan sayang ibu, yaitu :

  1. Berkomunikasi dengan sopan dan baik pada ibu
  2. Menjawab semua pertanyaan ibu terkait kondisinya dengan jelas
  3. Menghadirkan pendamping persalinan sesuai keinginan ibu
  4. Waspada tanda dan gejala komplikasi
  5. Siap dengan Tindakan kegawatdaruratan maternal neonatal sesuai wewenang dan ataurujukan

 

Tujuan utama asuhan kebidanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi (mengurangi kesakitan dan kematian). Asuhan kebidanan berfokus pada : pencegahan, promosi kesehatan yang bersifat holistik, diberikan dengan cara yang kreatif dan fleksibel, suportif, peduli; bimbingan, monitor dan pendidikan berpusat pada perempuan; asuhan berkesinambungan, sesuai keinginan dan tidak otoriter serta menghormati pilihan perempuan 

B. Pendamping

Pendamping persalin an merupakan orang lain atau anggota keluarga yang diinginkan ibu untuk mendapingi dan menemaninya selama proses persalinan. Pendamping persalinan dapat berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu. Menghargai keinginan dalam proses persalinan. Peran aktif pendmaping keluarga dapat dilakukan diantaranya :

  1. Mengucapkan kata-kata penyemangat dan pujian pada ibu
  2. Membantu ibu bernafas dengan tehnik tepat saat ada kontraksi
  3. Memijat punggung, kaki, atau kepala ibu atau Tindakan lain yang bermanfaat bagi ibu seperti memfasilitasi ibumakan dan minum
  4. Menyeka wajah ibu dari keringat dengan lembut menggunakan kain basah air hangatatau tisu
  5. Menciptakan suasana nyaman, aman, dan penuh kasih sayang

 

“Manusia terbentukkarenaadanyainteraksiantaramanusia dan budaya dalam lingkungan yang bersifat dinamis mempunyai tujuan dan nilai-nilaiyang terorganisir”.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. JNPK-KR, Asuhan Persalinan Normal : Asuhan Esensial bagi ibu Bersalin dan Bayi Baru Lahir serta Penatalaksanaan Komplikasi Segera Pasca Persalinan dan Nifas; 2017
  2. IBI :                          Filosofi           bidan,                        2016; https://www.ibi.or.id/id/article_view/A20150112002/filosofi-kami.html diundu pada tanggal 8 Agustus 2021
  3. Kemenkes RI : Modul Bahan Ajar Cetak Kebidanan, Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir: Pusdik SDM Kesehatan, 2016
  4. YKP : “ Persiapan melahirkan saat pandemi virus corona yang perlu diketahui ibu hamil” http://ykp.or.id/persiapan-yang-harus-dilakukan- saat-hamil-dan-melahirkan- di-masa-pandemi/ diundu, pada tanggal 2 September 2021
  5. WHO recommendations: intrapartum care for a positive childbirth experience. Geneva: World Health Organization; 2018
  6. Rahdiyanta Dwi :TEKNIK PENYUSUNAN MODUL, http://staff.uny.ac.id; 2011. Diundu pada tanggal 6 September 2021
  7. Prastowo Andi: Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, Jogjakarta, DIVA Press, 2011
  8. Mardiana Ahmad dkk: Persiapan Persalinan dan Kelahiran Di Masa Pandemi COVID-19; Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) 1, No. 3 Juni 2021, Hal. 109-113, 2021
  9. Defiany dkk : Pendamping Persalinan Sebagai Pengurang Rasa Nyeri Saat Bersalin Di Rs Margono Soekardjo Purwokerto, 2013 ; Jurnal Ilmiah Kebidanan, 4 No. 1 Edisi Desember 2013, hlm. 190-198
  10. Pusdiklat Perpusnas : Modul dan Buku Cetak, Apa Perbedaannya? ; https://pusdiklat.perpusnas.go.id/berita/read/71/modul-dan-buku-cetak- apa- perbedaannya diunduh pada tanggal 15 September 2021

LAMPIRAN

Berikut merupakan beberapa daftar pernyataan dan pertanyaan yang dapat digunakan untuk menilai pengetahuan dan sikap pengguna dalam penguasaan materi yang sudah dipelajari dalam buku panduan. Daftar pernyataan dan pertanyaan ini dapat digunakan oleh setiap pengguna buku.

 

Pengetahuan

No.

Pertanyaan/Pernyataan

Benar

Salah

1Hamil dan bersalin merupakan suatu proses alamiah dan bukan
2Setiap perempuan adalah pribadi yang unik mempunyai hak, kebutuhan, keinginan masing-masing. Oleh sebab itu perempuan tidak harus berpartisipasi aktif dalam setiap asuhan yang diterimanya
3Bukan tugas/fungsi profesi bidan untuk mengupayakan kesejahteraan ibu dan bayinya, proses fisiologis tidak perlu dihargai, didukung dan Bila timbul penyulit, dapat menggunakan teknologi tepat guna dan rujukan yang efektif, untuk memastikan kesejahteraan perempuan dan janin/bayinya.
4Suami harus dapat mengambil keputusan tentang kesehatan istri dan keluarganya melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dan Pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab pemberi asuhan
5Tujuan utama asuhan kebidanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi (mengurangi kesakitan dan kematian). Asuhan kebidanan berfokus pada : pencegahan, promosi kesehatan yang bersifat holistik, diberikan dengan cara yang kreatif dan fleksibel, suportif, peduli; bimbingan, monitor dan pendidikan berpusat pada perempuan; asuhan berkesinambungan, sesuai keinginan dan tidak otoriter serta menghormati pilihan perempuan.
6Praktik kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner dengan pemahaman holistik terhadap perempuan, sebagai salah satu kesatuan fisik, psikis, emosional,sosial, budaya, spiritual serta pengalaman
reproduksinya. Bidan memiliki otonomi penuh dalam praktiknya yang berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya
7Profesi bidan mempunyai pandangan hidup Pancasila, seorang bidan menganut filosofi yang mempunyai keyakinan didalam dirinya bahwa semua manusia adalah mahluk bio-psiko-sosio- kultural dan spiritual yang unik merupakan satu kesatuan jasmani dan rohani yang utuh dan tidak ada individu yang sama.
8Bidan berkeyakinan bahwa setiap ibu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan kebudayaan. Setiap individu tidak berhak menentukan nasib sendiri dan mendapatkan informasi yang cukup dan untuk berperan disegala aspek pemeliharaan Kesehatan
9Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapatkan pelayanan yang berkualitas
10Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan ibu/istri, yang membutuhkan persiapan sampai anak menginjak masa-masa remaja
11Manusia terbentuk karena adanya interaksi antara manusia dan budaya dalam lingkungan yang bersifat dinamis mempunyai tujuan dan nilai-nilai yang terorganisir

 

Sikap

 

NOPertanyaan/ PernyataanJawaban
YaTidak
1Apakah Bidan bertanya     pada ibu tentang kehamilan ini diinginkan atau tidak?
2Apakah Bidan bertanya kepada ibu tentang status pernikahan ibu saat hamil ini?
3Apakah    Bidan    melibatkan    suami/pasangan     ibu    Ketika memberikan informasi terkait kehamilan ini?
4Apakah Bidan memberi semangat kepada ibu untuk mampu

mengambil keputusan sendiri terkait kehamilan ini?

5Apakah Bidan mendengarkan keluhan dan cerita ibu terkait kehamilan ini?
6Apakah Bidan memberikan penjelasan kepada ibu dan pasangan terkait hal apa saja yang harus diwaspadai selama kehamilan ini?
7Apakah dalam merencanaka keputusan Bidan meminta ibu untuk membicarakannya dengan pasangan/keluarganya?
8Apakah ibu diberikan kebebasan oleh Bidan untk menentukan siapa yanga akan membantu persalinan ibu?
9Apakah Bidan menentukan siapa pendamping/yang akan menemani ibu saat persalinan?
10Apakah Bidan mengajarkan pasangan /anggota keluarga ibu untuk melakukan tehnik mengurangi rasa sakit akibat kontraksi persalinan?
11Apakah Bidan menentukan posisi persalinan ibu?
12Apakah Bidan menyediakan fasilitas persalinan untuk mendukung berbagai posisi persalinan, seperti tempat khusus untuk persalinan posisi jongkok atau waterbirth?
13Apakah                Bidan               dalam                merencanakan keputusan rujukan masih mempertimbangkan keputusan suami/pendamping ibu?
14Apakah      Bidan     dalam      menolong      persalinan      masih mempertimbangkan keinginan keluarga/budaya yang berlaku?
15Apakah                Bidan               dalam                merencanakan keputusan rujukan mendengarkan keinginan dan saran dari ibu?