Teknik Tenun

SIPINTAR.NET – Kain tenun merupakan salah satu warisan budaya yang masih lestari sampai saat ini. Kain tenun berasal dari daerah seperti Sintang, Toraja, Bali, Jepara, Lombok, Sumba-Sumbawa, Flores hingga Timor-Timur.

Kain tenun seringkali digunakan sebagai pakaian tradisional, kostum pementasan tari daerah, dan acara pernikahan.

Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan alat bantu seperti pajal, undar jantra, pamanen, kluntungan benang, dan teropong digunakan.

Menenun memerlukan kesabaran dan ketelitian yang ekstra. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika harga kain tenun cukup mahal, tergantung pada tingkat kesulitan corak motif yang ada.

Bagaimana jika Anda ingin memulai belajar menenun? Biasanya, setiap daerah yang memiliki seni tenun menyediakan pelatihan bagi yang ingin belajar. Atau, Anda juga dapat mempelajarinya melalui artikel ini.

Yuk, simak penjelasan teknik menenun di bawah ini sekarang juga.

Apa Itu Teknik Tenun

Teknik Tenun adalah cara membuat kain dengan menyambung benang-benang menggunakan mesin atau tangan. Ini adalah salah satu dari sejumlah proses pembuatan tekstil dan memiliki sejarah yang panjang dan beragam.

Tergantung pada benang dan desain, hasil dari tenun dapat digunakan untuk berbagai produk seperti pakaian, peralatan rumah tangga, dan aksesoris.

Tenun juga merupakan bagian dari berbagai budaya dan tradisi, dengan masing-masing memiliki metodenya sendiri yang unik dan kaya akan warna dan motif.

Asal Mula Teknik Tenun Ditemukan

Dalam sejarah, teknik tenun lahir dari inspirasi ketika laba-laba membuat sarang. 2500 tahun yang lalu, seorang penguasa Mesir terkesima oleh bagaimana laba-laba menciptakan sarang mereka dan memerintahkan bentuk yang sama untuk membuat kostum bangsawan.

Pada tahun 1880, teknik tenun mencapai popularitas baru ketika seorang profesor bernama Prof. A. R Hein mempopulerkannya ke Eropa dengan sebutan “Ikatten”. Dari situlah, istilah “ikat” menjadi populer dan menjadi sebutan untuk teknik menenun.

Di Indonesia, teknik tenun berkembang bersamaan dengan penyebaran agama Islam dari India dan Arab. Seni tenun mulai berkembang dan menggunakan bahan-bahan seperti kain sutera dan benang emas.

Sejarah teknik tenun mengajarkan kita bahwa kreativitas dan inspirasi dari alam selalu membawa hasil yang indah dan menakjubkan.

Macam Macam Teknik Tenun

Dalam teknik tenun, kreativitas dan imajinasi Anda dapat tersalurkan dalam menggabungkan dua benang untuk membuat hasil yang indah. Proses pembuatannya pun terdiri dari beragam teknik, seperti:

#1. Teknik Tenun Polos

Teknik tenun polos, juga dikenal sebagai plain weave, adalah yang paling mudah dari seluruh teknik tenun. Dalam prosesnya, hanya tinggal menyilangkan benang lusi dan benang pakan secara bergantian.

Karateristik Tenun Polos Motif tenun pasti memiliki karakteristik sendiri, terutama teknik tenun polos. Beberapa karakteristiknya:

  • Rapor terkecil dari semua jenis tenun
  • Proses pembuatannya sangat mudah dan sederhana
  • Pengulangan benang horizontal dua kali setelah dua helai benang pakan
  • Pengulangan ke arah vertikal setelah dua helai benang lusi
  • Jumlah silangan paling banyak di antara teknik tenun lainnya
  • Hasil kain paling kuat di antara teknik lainnya
  • Populer dibanding teknik tenun lainnya
  • Jarak lebih lebar dibanding lainnya
  • Dapat dipraktekan pada kain tipis dan jarang
  • Minimal menggunakan 2 gun
  • Benang pakan kasar dibanding benang lusi.

#2. Teknik Tenun Silang Satin

Teknik Selanjutnya, Teknik Satin memperlihatkan keterampilan dan ketelitian tinggi dalam proses pembuatan. Dinamakan Satin karena adanya pergeseran yang indah dari dua atau lebih benang lungsi pada titik-titik silang.

Dalam proses ini, 5 benang yang dibutuhkan, termasuk 4 benang lungsi di bagian atas dan 1 benang pakan di bagian bahunya. Dan terkadang membutuhkan lebih dari 5 benang untuk hasil yang sempurna.

Teknik Satin memiliki karakteristik unik yang tidak dimiliki oleh teknik tenun lainnya. Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang perlu diketahui:

  • Kain yang dihasilkan memiliki kilau yang sangat menonjol dan membuatnya terlihat lebih elegan.
  • Benang-benang yang digunakan memberikan kilau yang memikat, namun lebih rentan terhadap kerusakan.
  • Jumlah silangan yang sedikit membuat kain lebih halus dan lembut, serta memperlihatkan kilau yang lebih terang.
  • Benang-benang yang saling berhimpitan satu dengan yang lain membuat kain memiliki tekstur yang halus dan lembut

#3. Teknik Tenun Kepar

Berjalan miring bersama-sama pada titik pertemuan kedua benang, teknik ini memerlukan hanya 3 gun saja. Dibuat dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan dapat dikembangkan menjadi beragam motif yang indah.

Ketahui karakter unik dari teknik tenun kepar berikut ini:

  • Benang lungsi bersilangan lebih banyak di atas benang pakan dibanding di bawahnya
  • Kain yang dihasilkan lebih lembut, namun kurang kuat daripada teknik lain
  • Memiliki dua permukaan, permukaan depan dari benang lungsi dan permukaan belakang dari benang pakan
  • Tekstur kain lebih halus karena memiliki benang yang panjang dan mudah digerakkan.

Macam Macam Teknik Tenun Kepar

Teknik kepar sendiri menghasilkan motif yang beragam. Penasaran? yuk ikuti penjelasan macam teknik tenun kepar diantaranya :

  1. Kepar Pakan, memberikan kilau pakan yang lebih tinggi
  2. Kepar Rangkap, memiliki tinggi efek pakan dan lungsi yang sama
  3. Kepar Lungsi, kilau lungsi yang lebih menonjol
  4. Kepar 450, menampilkan sudut 450 pada pakan
  5. Kepar Kanan, garis bergelombang dari kiri ke kanan bawah
  6. Kepar Runcing, menyatukan garis kepar kanan dan kiri dengan garis bertemu di ujung kain
  7. Kepar Tulang Ikan, gabungan garis kepar kiri dan kanan dengan garis tak bertemu di ujung kain.

Alat & Bahan dalam Teknik Tenun

Sebelum memulai menenun, alangkah baiknya untuk memahami alat dan bahan yang dibutuhkan. Ikuti petunjuk lengkap di bawah ini:

Bahan Bahan Untuk Menenun

  1. Kapas: Bahan ini sangat penting dalam proses membuat kain tenun. Kapas akan diubah menjadi benang sebelum digunakan. Serat benang dari kapas akan menghasilkan kain tenun yang halus dan lembut.
  2. Kepompong Ulat Sutera: Ini adalah komponen lain yang sangat penting dalam proses menenun. Kepompong ulat sutera akan diproses terlebih dahulu menjadi benang sutera dan benang emas. Benang emas dari ulat sutra memiliki harga yang cukup mahal, tidak hanya digunakan dalam kain tenun, tetapi juga dalam kain songket.
  3. Lilin Sarang Lebah: Lilin sarang lebah memiliki tugas penting untuk memisahkan setiap benang supaya tidak bergumpal. Ini akan membuat proses menenun lebih mudah dan rapi.
  4. Akar Serai Wangi: Akar serai wangi memiliki peran sebagai media pengawet benang. Ini adalah bahan alami yang sangat baik dan membuat kualitas benang menjadi tahan lama.
  5. Pewarna: Untuk pewarnaan, kita dapat menggunakan pewarna alami atau pewarna tekstil buatan.

Berikut adalah beberapa contoh warna alami yang dapat digunakan:

  • Merah (dari buah manggis, mengkudu, kulit pohon jati, kulit pohon angsana, dan kesumba),
  • Kuning (dari bunga tembelekan, kunyit, dan bunga matahari),
  • Hijau (dari daun mangga, daun pandan, dan daun rumput putri malu),
  • Hitam (dari jambu mete, tumbuhan tatum, dan buah pinang),
  • Biru (dari daun nila dan bunga telang)
  • Cokelat (dari buah pinang, kulit mengkudu, dan buah mundu).

Proses pewarnaan sangat mudah, haluskan bahan pewarna, ambil air sari, dan rendam benang di air sari selama seharian.

Jika warnanya kurang pekat, proses pewarnaan bisa dilakukan lagi. Untuk menjaga keawetan warnanya, tambahkan kapur sirih dalam proses perendaman.

Alat dalam Pembuatan Kain Tenun

Setelah mempelajari bahan-bahan penting dalam teknik tenun, saatnya untuk mengenal alat-alat yang membuat proses tenun jadi lebih mudah.

Alat-alat ini biasanya terbuat dari kayu yang dipoles sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan saat digunakan dengan posisi kaki selonjoran yang sejajar ke depan.

Alat-alat tersebut dikenal sebagai ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), meskipun masih dilakukan secara manual, namun membuat proses pembuatan kain tenun menjadi lebih efisien.

Berikut adalah penjelasannya:

  • Sekoci sebagai tempat penyimpanan benang
  • Sisir Silang/Sisir Hani untuk membantu menyusun dan mengatur benang
  • Tempat Benang Kelos untuk menyimpan benang selama proses pengeboman
  • Kelos untuk menggulung tiap helai benang
  • Penamplikan untuk membentangkan benang
  • Pemalpalan untuk menggulung benang dan merapikan hasil benang
  • Undar untuk mempermudah pemindahan benang ke ulakan
  • Pengeredegan/Pengehengan untuk menggulung benang ke ulakan
  • Palametan sebagai tempat penyimpanan benang.”

Contoh Hasil Dari Pembuatan Teknik Tenun


Nah, itulah tadi adalah beberapa teknik tenun yang bisa Anda pelajari. Intinya dalam proses pembuatan menenun Anda harus sabar dan teliti agar hasil kain tenun rapi dan cantik.

Terimakasih, semoga bermanfaat. Jangan lupa share ke beberapa teman, sepupu, sanak saudara, keluarga atau bahkan pacar tercinta.